Entri Populer

Senin, 09 September 2013

Tips Budidaya Ternak Jangkrik


Budidaya Ternak Jangkrik  - Berwiraswasta adalah profesi yang menjadi pilihan banyak orang. Dengan berwiraswasta cenderung memiliki kenyamanan dalam menjalani profesi, di samping itu kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain jika usaha yang ditekuni dapat dikembangkan.
Seorang wiraswasta harus pandai mencari dan memanfaatkan peluang dari berbagai sektor usaha meski dari arah yang tak diduga. Saat ini banyak bermunculan peluang usaha dari segi budidaya hewan dan tumbuhan seperti budidaya kroto dan budidaya bonsai yang dapat disulap menjadi usaha yang mendatangkan pundi-pundi rupiah.
Peluang usaha dengan modal kecil namun memiliki penghasilan yang menguntungkan, yaitu budidaya jangkrik. Mengapa bisa dikatakan menguntungkan? Yuk kita simak pembahasannya berikut ini.

Jangkrik adalah sejenis serangga omnivora yang mirip belalang. Selain kroto, jangkrik biasa digunakan sebagai pakan yang baik untuk burung. Jangkrik dapat diternakkan dan dijual sebagai pakan burung dengan kisaran harga 30.000 per kg. Nah sekarang kita akan membahas ternak jangkrik dari segi tinjauan ekonominya sehingga menjelaskan mengapa budidaya jangkrik dapat dikatakan sebagai peluang usaha yang menggiurkan.

Berikut ini langkah-langkah Cara Beternak Jangkrik .

Membuat kandang

  • Kandang terbuat dari kayu tripleks atau kardus bekas berukuran 100cm x 60cm x 30cm bisa menampung 4.000 ekor jangkrik. Dan kotak ini bisa digunakan 4-5 kali. Atap kandang dilapisi koran atau daun kelapa/daun pisang/daun jati/daun tebu/serabut kelapa.
  •  Bahan yang dibutuhkan:
    • lakban licin coklat 4 buah
    • lem kertas putih 4 buah
    • serbuk gergaji 2 plastik
    • lis kayu/bambu 40+40
  • Pendukung pertumbuhan atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan nangkring jangkrik berupa empat lengkungan baik besar dan delapan lenkungan kecil yang dibentuk seperti kerangka besi sebuah payung.
Cara Beternak Jangkrik
Penetasan telur
Telur jangkrik dimasukkan ke dalam kain lembab. Telur akan menetas 2-3 hari kemudian. Setiap 400 gram telur akan menghasilkan 80 kg jangkrik umur 35 hari (1 kg jangkrik kurang lebih 1.000 ekor). 

Bahan yang dibutuhkan:


  • Kain tetas 2 buah/dus atau per kandang
  • Nampan 2 buah/dus atau per kandang
  • Pasir
  • Sprayer
  • Kertas koran bekas
  • Paket telur jangkrik yang berisi telur 400 gram/paket

Cara menetaskan:

  • Taruh 20 gram telur (1-2 sendok/dus atau per kandang)
  • Telur diangin-anginkan terlebih dahulu sekitar 1/2 jam
  • Cuci pasir dengan air panas dan letakkan di atas nampan
  • Nampan diisi pasir (lembab)
  • Siapkan kain tetas dan lembabkan dengan percikan air
  • Taruh kain tetas di atas nampan
  • Taburkan telur merata di kain tetas
  • Tutup telur dengan melipat kain tetas
  • Tutup kain tetas dengan kertas koran lembab
  • Jaga kelembaban kain tetas (disemprot tiap hari)

Pemeliharaan dan pembesaran

  • Pada proses pembesaran, jangkrik diberi pakan yang cukup baik yaitu pakan pelet buatan Astrik dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi, dan lainnya).
  • Pemberian sayuran mengikuti ketentuan berikut masa pertumbuhan hari ke-1 sampai ke-10 sebanyak 2 kali/hari, hari ke-11 sampai ke-30 (1 kali/2 hari) dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur.
  • Tahapan pemberian pakan sayuran: 
    • cuci dan tiriskan sayuran
    • Iris tipis sayuran yang sudah tiris
    • Angin-anginkan sekitar lima menit
    • Pakai alas lebih baik ketika menganginkan
    • Buang sisa sayuran yang tidak dimakan sebelum diganti sebaiknya sore hari 
  • Sedangkan untuk minuman diberikan dalam pasir basah.


Bahan pakan dan minum

  1. Pakan
    • Dibutuhkan 6 kg pakan per dus/kandang sampai panen
    • Berikan sesuai kebutuhan
    • Pakan hendaknya habis tiap hari
    • Pemberian pakan dua kali sehari
    • Pakan diletakkan di tengah kotak
    • Pakai alas lebih baik
    • Di atap rumah jangkrik (semprot terlebih dahulu)
    • Pakan buatan Astrik diletakkan tipis merata (tidak menggunung)
  2. Minum
  • Masa Pertumbuhan 1-10 hari minuman diberikan di:
    • Spon/busa dibasahi dalam wadah/nampan beralas pasir atau kain di tengah kotak
    • Semprot atap rumah jangkrik
    • Kontrol pakan dua kali sehari
  • Masa Pertumbuhan lebih dari 10 hari minuman diberikan di:
    • Nampan penetasan yang diisi kerikil dan air
    • Tambah air kalau kurang

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jangkrik kalung:


  • Jangkrik tumbuh kerdil karena bibitnya buruk atau suhu kandang lebih dari 30 derajat C
  • Kanibalisme atau saling memakan antarjangkrik disebabkan kurang makanan/sayur, kurang minum, atau kurang rumah/persembunyian
  • Jangkrik mencret diakibatkan makanan tak teratur dan suhu yang kurang baik.
  • Hati-hati terhadap perangkap yang menyebabkan jangkrik meloloskan diri dan tidak nyaman seperti lakban terbuka, ada lubang lakban, air tergenang, lubang pinggir dinding, dan lubang kecil untuk kabur
  • Penting membersihkan kandang sebelum digunakankembali dengan kuas/sikat gigi bekas, semprot dengan larutan sirih atau desinfektan, lalu jemur di sinar matahari langsung selama dua hariTahap panen dan pemasaran Jangkrik bisa dipanen pada umur 35 hari yaitu ketika sudah bersayap. Panenan jangkrik (yang sehat, tidak ada luka atau anggota badan lepas).

Perkiraan Usaha Ternak Jangkrik :
Modal awal yang dibutuhkan untuk memproduksi 80 kg jangkrik sekitar Rp 1.400.000 dengan perincian:

Kotak (20 buah) Rp 200.000
Telur 400 gr Rp 240.000
Pakan 120 kg Rp 900.000
Beban oven Rp 50.000
Biaya administrasi Rp 10.000
Hasil penjualan 80 kg jangkrik = 80 kg x Rp 30.000/kg = Rp 2.400.000
Profit per 80 kg jangkrik = Rp 2.400.000 - Rp 1.400.000 = Rp 900.000

Setelah menyimak uraian di atas tentu dapat memberikan sedikit gambaran pada Anda tentang seberapa besar keuntungan yang bisa didapat dari bisnis budidaya jangkrik ini. Untuk mengatahui cara beternak jangkrik dengan benar, silakan mengunjungi artikel kami selanjutnya mengenai cara beternak jangkrik. Selamat mencoba dan semoga berhasil dalam merintis bisnis Anda, dengan modal sedikit dapat dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan

Peluang Bisnis dan Tata Cara Beternak Sapi Perah

Peluang Bisnis dan Tata Cara Beternak Sapi Perah



A. Perkandangan
Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.
Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.
Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.
Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahanbahan lainnya.
Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x2 m atau 2,5x2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5x1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m).

B. Pembibitan
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa adalah: (a) produksi susu tinggi, (b) umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak, (c) berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai eturunan produksi susu tinggi, (d) bentuk tubuhnya seperti baji, (e) matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat, (f) ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelokkelok, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek, (g) tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan (h) tiap tahun beranak.
Sementara calon induk yang baik antara lain: (a) berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi, (b) kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar, (c) jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar, (d) pertumbuhan ambing dan puting baik, (e) jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris, serta (f) sehat dan tidak cacat.
Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: (a) umur sekitar 4- 5 tahun, (b) memiliki kesuburan tinggi, (c) daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya, (d) berasal dari induk dan pejantan yang baik, (e) besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik, (f) kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat, (g) muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar, (h) paha rata dan cukup terpisah, (i) dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar, (j) badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, serta (k) sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya.

1) Pemilihan bibit dan calon induk
Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan.
Bibit yang baru datang harus dikarantina untuk penularan penyakit. Kemudian bibit diberi minum air yang dicampur garam dapur, ditempatkan dalam kandang yang bersih dan ditimbang serta dicatat penampilannya.

2) Perawatan bibit dan calon induk
Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkan tanda-tanda birahi atau belum bunting setelah suatu periode tertentu, harus disisihkan. Jika sapi yang disisihkan tersebut telah menghasilkan susu, sapi diseleksi kembali berdasarkan produksi susunya, kecenderungan terkena radang ambing dan temperamennya.

3) Sistim Pemuliabiakan
Seringkali sapi perah dara dikawinkan dengan pejantan pedaging untuk mengurangi risiko kesulitan lahir dan baru setelah menghasilkan anak satu dikawinkan dengan pejantan sapi perah pilihan. Bibit harus diberi kesempatan untuk bergerak aktif paling tidak 2 jam setiap hari.

C. Pemeliharaan

a) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas. Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan) memiliki konsepsi produksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya 11% lebih banyak daripada tanpa naungan. Bibit yang sakit segera diobati karena dan bibit yang menjelang beranak dikering kandangkan selama 1-2 bulan.

b) Perawatan Ternak
Ternak dimandikan 2 hari sekali. Seluruh sapi induk dimandikan setiap hari setelah kandang dibersihkan dan sebelum pemerahan susu. Kandang harus dibersihkan setiap hari, kotoran kandang ditempatkan pada penampungan khusus sehingga dapat diolah menjadi pupuk. Setelah kandang dibersihkan, sebaiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnya terbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan (seminggu sekali tilam tersebut harus dibongkar).

Penimbangan dilakukan sejak sapi pedet hingga usia dewasa. Sapi pedet ditimbang seminggu sekali sementara sapi dewasa ditimbang setiap bulan atau 3 bulan sekali. Sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Sapi dewasa dapat ditimbang dengan melakukan taksiran pengukuran berdasarkan lingkar dan lebar dada, panjang badan dan tinggi pundak.

c) Pemberian Pakan
Pemberian pakan pada sapi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
  1. sistem penggembalaan (pasture fattening)
  2. kereman (dry lot fattening)
  3. kombinasi cara pertama dan kedua.

Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan yang berupa jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, alfalfa, rumput gajah, rumput benggala atau rumput raja. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB.
Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum).
Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari.
Selain makanan, sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan per hari.
Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. Pemberian pakan secara kereman dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau, setiap hari sapi digembalakan. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya.

D.  Pemeliharaan Kandang
Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar.
Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.

Minggu, 08 September 2013

Peluang Bisnis Budidaya Bebek Petelur

Peluang Bisnis Budidaya Bebek Petelur - Sebelumnya budidaya ternak bebek pedaging telah dituliskan di sini, kali ini akan kita bahas garis besar cara budidaya bebek petelur. perlu diketahui bahwa permintaan ternak bebek di kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Malang, Samarinda dan Balikpapan dari tahun ketahun semakin meningkat. Telur bebek ini dapat diolah untuk berbagai makanan dan minuman seperti kue dan the telur. Adanya opini yang berkembang di masyarakat yang menyatakan khasiat telur bebek lebih baik dari telur ayam kampung juga telah mendongkrak penjualan telur bebek. peluang-peluang bisnis tersebut seharusnya dapat dijadikan sebagai alasan utama menekuni budidaya bebek petelur pada lahan kosong yang kita miliki.

Seperti cara budidaya bebek pedaging yang dibahas dahulu, bebek petelur juga membutuhkan kolam untuk tempat bermain. Berenang merupakan salah satu sifat perilaku ternak bebek secara alami dan ini akan membantu perkembangan dan pertumbuhan sekor bebek. Bebek petelur sebaiknya dibudidayakan dengan system kandang, boleh saja mengembalakan bebek petelur tapi durasi pengembalaan tidak boleh lebih dari 3 jam / hari. Hal ini karena kebiasaan bebek yang bertelur di sembarang tempat. Itulah keunikan yang harus diperhatikan dalam cara ternak itik petelur ini.

Dasar-dasar bididaya ternak bebek petelur secara garis besar dapat dilihat dibawah ini:

Perencanaan
Semua usaha baik peternakan, pertanian, perkebunan dan perdagangan haruslah dimulai dengan perencanaan yang matang. Untuk mendukung perencanaan budidaya bebek petelur maka seorang peternak harus memahami karakteristik bebek petelur. beberapa hal karakteristik yang harus dipahami adalah sebagai berikut

  • Bebek termasuk dalam unggas, mendirikan usaha unggas harus mematuhi peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah tentang pendirian usaha peternakan. Terutama mengenai skala usaha ternak bebek yang wajib pajak dan juga tentang tata letak usaha budidaya yang kita buat, sesuai aturan maka kandang ternak harus jauh dari pemukiman.
  • Bebek adalah unggas yang suka berenang, jadi kandang budidaya yang disiapkan juga sebaiknya dilengkapi dengan kolam bermain bebek.
  • Penyakit pada bebek dapat menular ke unggas lain seperti ayam dan sebaliknya. Jadi kandang bebek harus berjauhan dengan kandang ayam.



Memahami karakteristik ternak bebek secara keseluruhan akan membantu kita dalam merencanakan budidaya ternak bebek secara detail dan terarah. Perencanaan yang baik akan membawa keuntukngan dalam bisnis ternak bebek.

Menyiapkan kandang
Kandang bebek petelur sebaiknya menggunakan model ren, dimana kandang ren ini adalah kandang yang sebahagian terbuka dan sebahagian diberi atap atau tertutup. Bagian yang terbuka dibuat untuk tempat bebek bermain dan disini disediakan kolam renang bebek. kandang yang tertutup digunakan untuk bebek berteduh dan tidur. Pada budiday bebek secara lepas atau pengembalaan tradisional mereka hanya menyediakan kandang bebek yang tertutup yang dihuni pada malam hari saja, sedangkan untuk tempat bebek bermain dan mencari makan bebek-bebek tersebut digembalakan.
Seperti yang kita sebutkan sebelumnya bahwa ada kerugian budidaya ternak bebek secara pengembalaan ini kerugiannya diantaranya; ada kemungkinan telur tidak terkumpulkan seluruhnya dan membutuhkan tenaga kerja tambahan untuk mengembalakan bebek, selain itu system pengembalaan ini tidak bisa diterapkan di daerah perkotaan. Untuk itu saya lebih menyukai peternakan bebek full di kandangkan sama seperti system pada ternak itik pedaging.

Penyiapan pakan
Pakan pada budidaya ternak itik petelur merupakan hal yang paling penting, lebih dari 50 % biaya budidaya dikeluarkan untuk membeli pakan saja. Untuk itu berhati-hatilah dalam meransum pakan untuk itik petelur ini. bisa saja anda membeli pakan yang dikeluarkan oleh pabrik, tapi jangan hanya mengandalkan pakan itu saja karena pakan dari pabrik ini sangat mahal harganya. Ada baiknya dalam budidaya bebek petelur ini anda mengkombinasikan pakan dari pabrik dengan pakan olahan alternatif, salah satunya bisa dilihat di sini.

Pemeliharaan terank bebek.
Kesulitan paling besar dalam memelihara bebek ini ada pda rutinitas pemberian makanan bebek usia anak (DOD – dara), pemberian pakan anak bebek sebainya diberi sedikit demi sedikit dalam frekuensi yang banyak (sering), hal ini untuk efisiensi penggunaan pakan. Selebihnya pemeliharaan 1000 ekor bebek cukup ditangani satu orang karyawan saja. Cara beternak bebek petelur secara rinci dari hari ke hari tidak saya muat di halaman ini karena keterbatasan waktu, lagipula jika dimuat seluruhnya disini saya yakin anda akan bosan membacanya.

Penanganan kesehatan dan penyakit pada bebek petelur.
Perlu diperhatikan masalah paksinasi untuk anak bebek, hal ini sangat membantu peternak dalam menjaga kesehatan ternak bebek petelur selama masa budidaya pemeliharaan. Penyakit-penyakit yang umum pada bebek petelur yang menular diantaranya: Kolera, cacar, pemutihan mata, berak darah (cocidiosis), pilek pada bebek (coriza), salmonellis, sinusitis dan aflatoksikosis. Untuk menangani penyakit tersebut silahkan hubungi petugas kesehatan hewan di daerah anda. 

Tidaklah mungkin semua mengenai seluk beluk budidaya bebek dapat saya sampaiakan saat ini juga, tapi saya akan menuliskan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh peternak dalam memelihara bebek petelur ini. harapan saya pengalaman akan membawa anda kepada kesuksesan dalam budidaya bebek petelur

Peluang Bisnis Beternak Bebek Pedaging

Peluang Bisnis Beternak Bebek Pedaging - Bebek merukapan ungas yang mudah di kembangkan atau diternakan. Banyak sekali sumber daya yang bisa kita ambil dari bebek ini, ada telurnya, dagingnya bahkan kotorannya bisa di jadikan pupuk. Penggemar daging dan telur bebek sekarang semakin banyak, karena rasa dari dagingnya yang sangat lezat. Telurnya pun bisa dibikin telur asin yang tak kalah lezat dengan dagingnya. Kebutuhan akan ketersediaan daging dan telur bebek ini sangatlah tinggi, nah inilah kesempatan Anda karena bisnis ini masih sangat potensial untuk dijalankan.

Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.

Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak bebek (5-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).

Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 68 minggu.

Pemeliharaannya tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada bebek betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Dengan memanfaatkan bebek jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi.

Bebek Siap Telur = Rp 39.000,- S/d Rp 42.000,-
DOD Betina = Rp 3700,-
DOD Jantan = Rp 3200-
Bebek Potong 1,2 kg s/d 1,3 kg = Rp 19.500,-
Telur Tetas = Rp 1250,-
Telur Konsumsi = Rp. 900,-
Usaha peternakan itik di Indonesia  telah  lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal  bagi  pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak itik, antara lain :

1. Seleksi Bibit

Bibit itik di Indonesia dibagi dalam dua kelompok yaitu :

a. Itik Lokal

1). Itik Tegal (Tegal).
Ciri-ciri : warna bulu putih polos sampai cokelat hitam, warna paruh dan kaki kuning atau hitam.

2). Itik Mojosari (Mojosari Jawa Timur).
Ciri-ciri : warna bulu cokelat muda sampai cokelat tua, warna paruh hitam dan kaki berwarna hitam.

3). Itik Alabio (Amuntai Kalimantan Selatan).
Ciri-ciri : badan lebih besar dibandingkan dengan itik Tegal.

4). Itik Asahan dikembangkan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.
Ciri - ciri : Itik Persilangan

2. Pakan

a. Jenis Pakan : jagung, dedak padi, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dll.
b. Pemberian Pakan :

  • Umur 1 – 2 minggu 60 gr/ekor/hari.
  • Umur 3 – 4 minggu 80 gr/ekor/hari.
  • Umur 5 – 9 minggu 100 gr/ekor/hari.
  • Umur 10 minggu 150-180gr/ekor/hari.


3. Perkandangan

a. Lokasi Kandang

  • Jauh dari keramaian.
  • Ada atau dekat dengan sumber air.
  • Tidak terlalu dekat dengan rumah.
  • Mudah dalam pengawasan.

b. Bahan kandang bisa terbuat dari kerangka kayu atau bambu, atap genteng dan lantainya pasir atau kapur.

c. Daya tampung untuk 100 ekor itik :

  • Umur 1 hari – 2 minggu 1 -2 m.
  • Umur 1 – 2 minggu 2 – 4 m.
  • Umur 2 – 4 minggu 4 – 6 m.
  • Umur 4 – 6 minggu 6 – 8 m.
  • Umur 6 – 8 minggu 8 – 10 m.
  • Itik dara sampai umur 6 bulan 5 – 10 ekor/m.


4. Tatalaksana Pemeliharaan

  • Secara ekstensif yaitu pemeliharaan yang berpindah-pindah.
  • Secara intensif  yaitu  secara terus-menerus dikandangkan seperti ayam ras.
  • Secara semi intensif yaitu dipelihara di kandang yanga ada halaman berpagar.


Perbandingan jantan dan betina (sex ratio) adalah 1 : 10 dan dipilih ternak itik yang berproduksi tinggi.

5. Kesehatan

a. Penyakit Berak Kapur.

  • Penyebab : Bakteri Salmonella Pullorum. Tanda-tanda : Berak putih, lengket seperti pasta.
  • Pencegahan: Kebersihan kandang, makanan, minuman, vaksinasi, dan itik yang sakit dipisahkan.

b. Penyakit Cacing.

  • Penyebab : Berbagai jenis cacing.
  • Tanda-tanda : Nafsu makan kurang, kadang-kadang mencret, bulu kusam, kurus, dan produksi telur menurun. Pencegahan: Kandang harus bersih, kering tidak lembab, makanan dan minuman harus bersih dan sanitasi kandang.

c. Lumpuh.


  • Penyebab : Kekurangan vitamin B.
  • Tanda-tanda : Kaki bengkak dibagian persendian, jalan pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk, kadang-kadang keluar air mata berlebihan.
  • Pencegahan : Pemberian sayuran / hijauan dalam bentuk segar setiap hari.


6. Pasca Panen


  • Telur itik dapat diolah menjadi telur asin, telur pindang, dll.
  • Bebek dapat diolah menjadi bebek panggang dll
  • Bulu dapat diolah menjadi kerajinan tangan
  • Tinja/kotoran itik dapat menjadi pupuk.

Sabtu, 07 September 2013

Mengenal Berbagai Jenis Kambing

Mengenal Berbagai Jenis Kambing

Kambing merupakan jenis ternak yang sudah lama dibudidayakan. Cara budidaya ternak kambing sudah diajarkan oleh orang tua kita secara turun temurun, dan memelihara kambing tidak terlalu sulit karena pakan cukup tersedia di negeri tercinta ini. 

Berbagai jenis tanaman dapat digunakan sebagai makanan kambing. Namun dalam melakukan cara beternak kambing yang baik harus memperhatikan makanan apa yang digemari kambing dan memberikan efek maksimal dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis daun-daunan yang cukup digemari oleh kambing antara lain daun turi, daun lamtoro dan daun nangka.

Hal lain yang perlu kita ketahui dalam melakukan tata cara beternak kambing yang baik adalah, kita memastikan untuk mengetahui “ras kambing” yang akan kita ternakkan, hal ini bertujuan agar kita sudah mengetahui sejak awal perilaku, keuntungan dan kerugian beternak “ras kambing” tertentu sehingga kita bisa mengoptimalkan hasil dan meminimalkan resiko. adapun ras kambing alsi Indonesia adalah :


  • Kabing Marica
  • Kambing Samosir
  • Kambing Muara
  • Kambing Kosta
  • Kambing Gembrong
  • Kambing Benggala
  • Kambing Kacang
  • Kambing Etawa

Beberapa jenis kambing di Indonesia tersebar di daerah kering dan berbukit atau daerah pegunungan, kambing adalah jenis hewan yang takut air, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi 2 type yaitu :

  • Kambing potong (penghasilan daging)
  • Kambing dwi fungsi (penghasil daging dan susu)

Berdasarkan tujuan pemeliharaan, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi dua yaitu :

  • Kambing untuk pembibitan
  • Kambing untuk penggemukan.

Beberapa jenis kambing yang telah dikenal oleh masyarakat umum adalah

  • Kambing Kacang
  • Kambing Peranakan Etawah (PE)

Kedua jenis kambing ini sudah beradaptasi dengan baik dengan kondisi tropis basah di Indonesia, namun cara beternak kambing masing-masing jenis memiliki keistimewaan. Kambing kacang mempunyai keistimewaan dibandingkan kambing PE yaitu ber anak kembar dan jarak beranak yang lebih pendek.

Kambing Marica
Kambing Marica tersebar di propinsi sulawesi selatan, kambing  marica ini hampir mirip dengan kambing kacang, namun ada perbedaan yaitu penampilan tubuh lebih kecil dibandingan kambing kacang, telinga berdiri menghadap samping arah kedepan, tanduk relatif kecil dan pendek

Kambing Samosir
Kambing ini dipelihara secara turun temurun oleh penduduk yang tinggal di pulau samosir, ditengah danau toba, kabupaten samosir, propinsi sumatera utara.

Kambing Muara
Kambing  muara dijumpai di daerah kecamatan muara, kabupaten Tapanuli utara di propinsi sumatera utara. Penampilan gagah, tubuh kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan hitam. Bobot kambing muara lebih besar dibandingkan kambing kacang.
Kambing Kosta
Lokais penyebaran kambing kosta di sekitar jakarta dan propinsi banten, kambing ini mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadang kadang ada yang melengkung, tanduk pendek dan berbulu pendek

Kambing Gembrong
Kambing gembrong tersebar di daerah kawasan timur pulau bali terutama di kabupaten karangasem, ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang, panjang bulu sekitar 15-25 cm,  bahkan rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm, kambing gembrong ini lebih kecil dari kambing PE namun lebih besar dari kambing kacang.

Kambing Benggala
Kambing benggala diduga merupakan hasil persilangan kambing black benggala dengan kambing kacang. Kambing ini tersebar di daerah sekitar pulau timor dan  pulau flores di propinsi nusa tenggara timur.

Kambing Kacang
Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Ciri-ciri kambing kacang: badan kecil, telinga pendek tegak, leher pendek, punggung meninggi, jantan dan betina bertanduk, tinggi badan jantan dewasa rata-rata 60–65 cm, tinggi badan betina dewasa rata-rata 56 cm, bobot dewasa untuk betina rata-rata 20 kg dan jantan 25 kg.

Kambing Peranakan Etawah (PE)
Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawah (asal India) dengan kambing Kacang. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Penampilannya mirip kambing Etawah, tetapi lebih kecil. Kambing PE merupakan kambing tipe dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah). 
Peranakan yang penampilannya mirip kambing Kacang disebut Bligon atau Jawa randu yang merupakan tipe pedaging. (Pamungkas et al., 2009). Ciri-ciri Kambing PE: telinga panjang dan terkulai, panjang telinga 18–30 cm, warna bulu bervariasi dari coklat muda sampai hitam. Bulu kambing PE jantan bagian atas leher dan pundak lebih tebal dan agak panjang. Bulu kambing PE betina pada bagian paha panjang. Berat badan kambing PE jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg, tinggi pundak 76-100 cm.

Tips Beternak Sapi Potong


Cara Beternak Sapi Potong - Buka Mata. Di dalam cara beternak sapi potong ada beberapa yang perlu diperhatikan misalnya kandangnya, kesehatannya dll. Berikut adalah Tips/ cara beternak sapi potong yaitu:

MEMILIH JENIS SAPI
Jenis-jenis sapi potong yg biasa dipelihara adalah : Sapi Bali, Sapi Madura, Sapi Ongole, sapi Peranakan ongole, sapi Charolois, sapi Hereford, sapi Brangus & lain-lain.



PEMELIHARAAN & KANDANG
Setiap pagi bilamana sapi sudah dikeluarkan, maka kotoran dlm kandang dibersihkan bersama-sama sisa makanan  & dimasukkan ke dlm lubang yg telah disediakan, utk kmd dijadikan pupuk, sedang bekas-bekas urine disiram dgn abu dari api unggun.
Kandang utk sapi potong hendaknya dibuat dari bahan-bahan yg kuat, keadaan kandang harus terang & ada sirkulasi udara bebas. Atap dari genting/rumbia/ilalang. Lantai sebaiknya disemen atau sekurang-kurangnya tanah dipadatkan.

MAKANAN
Sapi-sapi diberi makan rumput, daun-daunan atau jerami yang sudah difermentasi. Sebaiknya ada cadangan makanan untuk musim kemarau. Biasanya berbentuk jerami, namun perlu diolah lagi supaya kualitas semakin bagus dengan cara fermentasi jerami.
Pakan utk sapi potong dpt dikelompokkan menjadi :

A. Hijauan
Hijauan yg berkualitas baik sudah dpt memenuhi kebutuhan hidup pokok, pertunbuhan & reproduksi yg normal sehingga pd pemeliharaan sapi dianjurkan lebih banyak menggunakan hijauan (85-100%), apabila hijauan banyak tersedia, pemberian konsentrat hanya dianjurkan utk keadaan tertentu saja seperti saat sulit hijauan (di musim kemarau) atau utk penggemukkan.
Contoh hijauan unggul :
 Rumput setaria
 Rumput gajah (Pennisetum purpureum)
 Rumput raja (Kinggrass)
 Rumput benggala (Panicum maximum)
 Rumput bede (Brachiaria decumbens)
Lamtorogun(Leucaena leucocepala)
Turi (Sesbania grandiflora)
Gamal (Gliricidia maculata)
Kaliandra
Contoh hijauan limbah pertanian :
Jerami kacang panjang
Jerami kedelai
Jerami padi
Jerami jagung

B. Konsentrat
 Contoh konsentrat :
 Dedak padi
 Onggok (ampas singkong)
 Ampas tahu, dll

C. Makanan tambahan
Contoh : vitamin, mineral & urea

Secara umum makanan utk seekor sapi setiap hari sebagai berikut :
Hijauan :35-47 kg atau bervariasi menurut berat & besar badan
Konsentrat : 2-5 kg
Makanan tambahan : 30-50 gram

KESEHATAN
Berbagai jenis penyakit pd sapi yg sering berjangkit baik yg menular ataupun yg tidak menular. Penyakit menular yg terjangkit pd umumnya menimbulkan kerugian besar bagi peternak dari tahun ke tahun. Seperti ternak sapi menjadi korban penyakit radang limpa (Anthrax), penyakit mulut & kuku, serta penyakit surra.
Jenis penyakit yg sering terjadi pd sapi potong adalah :
Anthrax (radang limpa)
Penyakit mulut & kuku
Penyakit surra
Penyakit radang paha
Penyakit Bruccellosis (keguguran menular)
Kuku busuk (foot ror)
Cacing hati
Cacing perut, dan lain-lain

PERKEMBANGBIAKAN
Sapi potong mulai dewasa yaitu dimulai dari timbulnya oestrus (tanda-tanda birahi, bronst). Pd umur 8-12 bulan, tergantung pd bangsa-bangsa, makanan, & lingkungannya.
Cara perkawinan Hand Mating  yaitu pemeliharaan jantan & betina dipisah & bila ada betina yg bronst, diambilkan pejantanya agar mengawininya atau dilakukan perkawinan buatan atau dgn cara perkawinan bebas di padang rumput. Dimana sapi-sapi jantan & betina yg sudah dewasa pd musim perkawinan dilepas bersama-sama, bila ada sapi-sapi betina yg bronst tanpa campur tangan si pemilik akan terjadi perkawinan.
PENGOLAHAN HASIL
Jenis olahan dikembangkan sesuai dgn karakteristik & minat masyarakat. Dibandingkan dgn produk olahan memiliki daya tahan yg lebih lama sehingga dpt mengurangi resiko akibat perubahan harga. Selain itu, dlm upaya turut menjaga kelestarian lingkungan, pengolahan produk sampingan seperti kulit, tulang & darah dpt mengurangi resiko pencemaran lingkungan.
Bentuk hasil dari olahan ternak sapi potong diantaranya adalah :
a. daging bisa diolah sebagi dendeng, daging asap, sosis, bakso,abon, corned.
b. kulit bisa diolah sebagi bahan utk pembuatan tas, sepatu, ikat pinggang.

PEMASARAN
Pemasaran hasil sebaiknya dikoordinasikan oleh kelompok tani. Agar biaya yg dikeluarkan tidak terlalu banyak karena bisa ditanggung bersama-sama. Pemasaran hasil sapi potong selain dipasarkan sebagai sapi potong berupa produk daging, juga sering dijual dlm keadaan hidup & sebaiknya memilih standar harga per kilogram berat hidup.

Sumber

Cara Merawat Ayam Aduan atau Ayam Bangkok

Cara Merawat Ayam Aduan

semua pecinta ayam petarung seperti ayam bangkok aduan pasti berharap jagoannya sehat dan punya stamina prima saat turun di medan laga. Juga diharapkan bisa memenangkan pertarungan. Bakat gaya tarung yang hebat, kecerdasan taktik, postur tubuh, kelengkapan alat tempur, dan kelengkapan spesial bertuah lainnya pasti menjadi faktor-faktor pendukung utama. Tapi itu semua jadi tidak berarti jika ayam tidak sehat, fisik lemah, dan stamina gampang loyo. Kesehatan dan stamina fisik ayam petarung Anda sangat tergantung dari makanan dan resep cara merawat ayam bangkok siap aduan.



Inilah daftar makanan yang menjadi resep rahasia cara merawat ayam bangkok siap aduan. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di pasaran.

Pharmaton Formula.
Sakatonik Liver.
Telur bebek dan telur ayam kampung.
Tieh Thae Wan.
Gula Merah.
Kencur.
Merica (Lada).
Tomat.

Suplemen di atas berguna untuk menambah stamina dan imunitas tubuh, menambah darah (mencegah anemia), menambah vitalitas tenaga, menambah stamina dan mencukupi kebutuhan nutrisi mikro, kesehatan dan kelenturan otot, meregangkan ketegangan otot, menghilangkan rasa sakit setelah bertempur, menyehatkan pernafasan, memperbaiki kapasitas paru-paru agar memiliki nafas panjang dan tidak mudah lelah saat bertempur, menguatkan kaki agar kokoh, tidak mudah lemas, mencukupi kebutuhan vitamin C, mencegah ayam dehidrasi, memperbaiki stamina, dan menguatkan imunitas tubuh.
Daftar suplemen di atas harus diberikan setiap hari. Terutama sebelum si ayam akan bertempur. Jadwal dan dosis yang tepat merupakan kunci sukses merawat dan membesar ayam-ayam petarung Anda menjadi petarung handal dan memiliki mental juang dan juara sejati. Kesalahan memberikan kombinasi resep di atas akan berakibat fatal.

Merawat dan Melatih Ayam Aduan

Sebelum merawat dan melatih, harus kita pahami dulu prinsip dasar dan tujuan melatih/merawat ayam aduan.
Perawatan dan latihan tujuannya utk meningkatkan kualitas Otot, Stamina dan Tenaga.
Ketika ayam kinerjanya turun, kita harus bisa menganalisa apa yg kurang. Apakah otot, stamina, tenaga, atau gabungan dari 2 atau 3 faktor tsb??
Mari kita bahas satu persatu...

Stamina :
Daya tahan tubuh utk bekerja dalam durasi yang maksimal (endurance). Dalam bahasa per-ayaman lebih dikenali dgn istilah 'napas'.

Ciri ayam kurang stamina : 
- Yang paling jelas terlihat adlh napas ayam yg ngap2an meski sudah diairi dgn betul. 
- Bagian dada membengkak agak keras.

Stamina bisa ditingkatkan hanya dgn jalan latihan yg rutin. Cara latihnya bisa macam2 : Kliter, renang, umbar, gebrak bungkus patuk, jantur, dll, dsb.
Semakin sering ayam dilatih, maka semakin terbiasa bekerja keras (punya stamina). 

Tenaga :
Power atau energi yg mampu membuat otot bekerja.
Ciri kurang tenaga :
- Power pukulan tidak maksimal.
- Kaki terlihat berat memukul.
- Kuda2 lemah.
Banyak yg salah kaprah bahwa tenaga disebabkan krn kurang latihan. Padahal, dgn latihan tenaga akan terkuras dan ayam lelah. Semakin dilatih, ayam akan semakin terkuras tenaganya.
Jadi kalau ayam kita kurang tenaga, sebaiknya jangan digebrak dulu.
Tenaga bisa didapat dari Makanan yg bergizi, suplement/jamu dan istirahat yg cukup.
Pakan sumber energi/tenaga : Yg banyak mengandung karbohidrat dan glukosa.

Otot :
Jaringan dalam tubuh yg bertugas membuat kontraksi utk menggerakan anggota tubuh.
Ciri ayam belum berotot :
- Pukulan ngawur tidak tepat sasaran.
- Langkah terseok2.
- Sayap lunglai.

Stamina dan tenaga bisa dikejar dgn latihan dan rawatan yg maksimal (campur tangan manusia). Tapi pertumbuhan otot berlangsung secara alami. 
Itulah sebabnya, ayam muda akan kalah berotot dibanding ayam yg sudah berumur. Ayam tumbuh besar s/d usia 10 bulan. Sebelum usia 10 bulan, otot tidak berkembang maksimal krn asupan makanan di fokuskan utk pertumbuhan tubuh secara umum.
Ayam yg dipaksakan pertumbuhan ototnya sebelum cukup usia, akan terlihat kerdil krn pertumbuhannya terhambat. 
Yg harus dilakukan utk ayam2 muda adlh melatih dan membentuk ototnya secara bertahap sesuai usianya. 

Utk memaksimalkan pertumbuhan otot, ayam harus dilatih seperti halnya membentuk stamina. Selain itu ayam harus diberi asupan protein utk bahan pembentukan ototnya.

Mudah2an dari uraian ini bisa jadi panduan apa yg harus kita lakukan ketika kinerja ayam kita kurang maksimal.
Sebagai contoh, ayam yg terus menerus dilatih, pasti akan kekurangan tenaga ketika di abar/di adu. Utk itu, setelah dilatih, ayam harus diberi makan, suplement/vitamin dan istirahat yg cukup utk memulihkan tenaganya. Jangan lupa diberi extra food tinggi protein supaya otot bisa berkembang maksimal.

Mengenai cara latihnya, setiap perawat memiliki resep masing2. Semua benar. Yang penting kita harus tau prinsip2 dasarnya.

Akhir Kata,setelah seluruh upaya kita memberikan latihan dan menjaga pola makan pada ayam, hal terakhir yang kita lakukan adalah berharap semoga ayam yang akan kita turunkan ke gelanggan dapat menang.
Jangan Lupa, apapun cerita dan hasilnya, Ayam akan kalah dengan ayam, Kalau memang kita memutuskan untuk turun ke gelanggang, maka menang atau kalah adalah hal yang biasa dan harus kita terima.Tapi walaupun gitu paling tidak kita telah memberikan usaha yang maksimal pada ayam kesayangan kita.

Jumat, 06 September 2013

Ciri Bibit Ayam DOC (Day Old Chicken) yang Sehat

Ciri Bibit Ayam DOC (Day Old Chicken) yang Sehat

Bibit ayam ras DOC mempunyai peranan strategis dalam perkembangan perunggasan, sehingga saat diperlukan tersedianya DOC yang bermutu baik. Menyadari hal itu, pemerintah telah menerbitkan standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 01-4868.1-2005 untuk DOC ayam broiler komersial (ayam ras tipe pedaging). Hal ini dilakukan untuk menjamin mutu DOC yang beredar. Standar ini meliputi acuan normatif, istilah dan definisi, klasifikasi, spesifikasi, persyaratan mutu di penetasan (hatchery), cara pengambilan contoh, cara pengukuran, pengangkutan, dan pengemasan DOC.

Day Old Chicken (DOC) harus berasal dari pembibitan ayam ras bibit induk tipe pedaging (broiler breeder) harus bebas penyakit hewan menular dan mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku tentang pencegahan penyakit atau kesehatan hewan. Pembibitan harus mempunyai surat keterangan tentang asal bibit ayam (certificate of origin) dan surat keterangan kesehatan hewan (certificate of health) dinyatakan oleh petugas (dokter hewan) yang berwenang.

Persyaratan mutu di penetasan (hatchery) sesuai dengan SNI 01-4868.1-2005 untuk bibit ayam ras tipe pedaging sebagai berikut.

  • Bobot kuri per ekor minimal 37 gram.
  • Kondisi fisik sehat, kaki normal dan dapat berdiri tegak, paruh normal, tampak segar dan aktif, tidak dehidrasi, tidak ada kelainan bentuk dan tidak cacat fisik, sekitar pusar dan dubur kering dan pusar tertutup.
  • Warna bulu seragam sesuai dengan warna galur (strain) dan kondisi bulu kering dan berkembang.
  • Jaminan kematian kuri maksimum 2%


Ciri Ayam Broiler Komersial yang Sehat (Ayam Siap Panen)
Tujuan akhir usaha budidaya ayam broiler komersial adalah ayam tumbuh sehat, potensi genetik (performance) tercapai standar sesuai dengan jenis (strain) ayam yang dipelihara. Parameter yang sering digunakan untuk mengetahui bagus tidaknya potensi genetik (performance) ayam tersebut adalah ayam bebas dari penyakit (sehat), tingkat kematian (mortality) rendah, rataan pertambahan berat badan harian (average daily gain atau ADG) sesuai standar, konversi pakan menjadi daging (feed convertion ratio atau FCR) tinggi, dan bentuk tubuh sempurna.

Berdasarkan pengamatan secara fisik, ciri ayam broiler komersial yang sehat sebagai berikut.

  • Gerakan ayam lincah dan aktif
  • Mata dan muka ayam cerah (tidak mengantuk)
  • Nafsu makan dan minum baik
  • Berbulu cerah berminyak, tidak kusam, dan tidak berdiri
  • Berdiri tegak, kaki kokoh, dan bentuk tubuh proporsional
  • Sayap tidak jatuh dan posisi kepala terangkat dengan baik
  • Tidak terdengar gejala pernapasan bersuara (ngorok) atau batuk
  • Berat badan sesuai dengan umur (standar)
  • Anus bersih tidak ada kotoran yang menempel