Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Ayam Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam Hutan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

Tips Kesehatan Untuk Ayam Hutan


Bagi Anda yang senang memelihara Ayam Hutan / ayam alas , ada 7 kiat agar Ayam Hutan / ayam alas Anda tetap sehat. Ketujuh kiat tersebut adalah membawa ayam ke tempat jauh, membuat ayam beradaptasi dengan lingkungan baru, memilih kandang yang tepat, menghilangkan bau pada kandang, mengatasi kanibal, menjaga kesehatan ayam dan memandikan ayam.



Berikut ini keterangan lebih lengkap beberapa cara merawat ayam hutan

diatas yang dapat dilakukan oleh para peternak ayam hutan agar ayam hutan selalu berada dalam kondisi sehat. Karena dapat kita ketahui ayam hutan sangat mudah stress apabila kita kurang memahami karakter ayam hutan.

1. CARA MEMBAWA AYAM KE TEMPAT YANG JAUH
  • Jika ayam hutan yang akan dibawa hanya berjumlah 1 atau 2 ekor saja, maka tempat yang akan digunakan untuk mengangkut ayam cukup berupa keranjang bamboo untuk menjaga agar jenger tetep kokok berdiri karena ayam hutan / ayam alas keindahahan terletak pada jenggernya.
  • Jika ayam yang akan dibawa berjumlah banyak, maka tempat yang akan digunakan untuk mengangkut ayam berupa kotak kemasan yang terbuat dari kakoe yu atau cukup berbahan kardus. Yang harus diingat adalah bahwa kotak kayu ataupun kerdus tersebut harus dilengkapi dengan lubang ventilasi.
  • Jika yang dibawa adalah ayam bekisar atau ayam hutan, kotak kemasan harus ditutup dengan kain berwarna gelap.
  • Proses pengangkutan harus dilaksanakan pada malam hari untuk menjaga agar ayam tidak stres.
  • Ayam juga dapat dibius dengan menggunakan obat bius berdosis rendah.


2. CARA MEMBUAT AYAM BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN YANG BARU
  • Kondisi lingkungan hidup yang baru pada awalnya dibuat semirip mungkin dengan kondisi lingkungan hidup yang lama. Penyesuaian dilakukan secara perlahan – lahan.
  • Pakan ayam yang diberikan disamakan dengan pakan ayam yang biasa dimakan dilingkungan hidup yang lama. Penyesuaian dilakukan secara perlahan – lahan.
  • Setibanya dilingkungan hidup yang baru, ayam dapat diberi obat antistres dalam wujud multivitamin seperti B kompleks dan B 12. Ato dapat juga di beri jangkrik dan kroto diberi tambahan supertop atau super power


3. KIAT MEMILIH KANDANG YANG TEPAT

Pemilihan kandang harus disesuaikan dengan tabiat dari ayam yang akan dipelihara.
Misalnya :
  • Untuk ayam jenis Bekisar : kandangnya harus luas dikarenakan ayam bekisar cenderung agresif dan sering curiga sehingga sering memberontak
  • langit langit kandang ayam dilapisi dengan benda yang lunak seperti kain atau spon, hal ini dikarenakan naluri ayam hutan jika sedang panik akan mencoba untuk terbang sehingga jika langit - langit kandang tidak dilapisi maka kepala ayam hutan akan terluka
  • diberikan tempat untuk bertengger seperti misal kayu yang dibentangkan di dalam kandang

5. CARA MENGHILANGKAN BAU PADA KANDANG
  • Kotoran ayam hutan dan sisa – sisa pakan seperti sisa jangkrik dan makanan yang tercecer harus dibuang secara rutin dengan cara disapu setiap hari.
  • Jika tidak sempat untuk menyapu, kotoran ayam maupun sisa pakan bisa ditaburi dengan kapur tohor supaya tidak berbau dan hama penyakit yangterkandung didalamnya mati.
  • Ayam hutan sering diberi air minum berbahan dasar kunyit.
  • Seminggu sekali kandang harus dicuci dengan air. Semua bagian dari kandang harus disikat. Selesai dicuci, kandang harus diemur dibawah sinar matahari dengan posisi pintu dan atap dibiarkan terbuka.
  • Supaya kandang terbebas dari keberadaan tungga, tungga dapat diusir dengan cara disemprot dengan minyak tanah.
  • Tempat makan dan minum harus selalu dibersihkan setiap hari.

6. CARA MENGATASI KANIBAL

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menekan angka kanibal pada diri ayam
adalah :
  • Kepadatan tebar kandang dikurangi.
  • Pakan dengan kandungan protein hewani diperbanyak takarannya.
  • Sirkulasi udara pada kandang diperbaiki.
7. CARA MENJAGA KESEHATAN AYAM
  • Jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan kemampuan ayam hutan dalam menghabiskan pakan.
  • Kualitas dari pakan dan minum diperbaiki.
  • Sering diberi minyak ikan, tepung hati, tepung tulang dan daging.
  • Menu pagi dan sore hari adalah biji – bijian.
  • Menu pada siang hari adalah voer yang dibasahi.
  • Vitamin diberikan 3 hari sekali berupa vitachick dan AD Plex.
  • Ayam yang ditengarai sakit harus dikarantina dan diobati secara intensif.
  • Ayam sakit yang sudah lama tidak sembuh harus dimusnahkan dengan cara dibakar hal ini terpaksa dilakukan agar penyakit tidak menular ke ayam hutan lainnya yang masih relatif sehat

8. CARA MEMANDIKAN AYAM

 berikut adalah beberapa tips untuk memandikan ayam hutan
  • Ayam harus dimandikan secari rutin.
  • Pemberian obat anti kutu dapat dilakukan 1 minggu sekali.

Senin, 11 Maret 2013

Indukan Jantan dan Betina untuk Ayam Bekisar


Untuk mendapatkan Ayam Bekisar yang berkualitas tinggi, tentu diperlukan adanya Indukan Jantan Ayam Hutan dan Indukan Betina Ayam Kampung yang berkualitas pula, berikut adalah tips - tips memilih Indukan Jantan dan Indukan Betina untuk Ayam Bekisar :


  1. Indukan Jantan Ayam Hutan lebih baik mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
  • Jenis Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius) yang telah jinak
  • Umur : Dewasa (kuran lebih yang berumur 1 - 3 tahun), pemberani dan siap kawin
  • Perawakan / ciri - ciri fisik :
    • Postur tubuh bagus, sehat dan tidak cacat
    • Bulu Hijau mengkilat
    • Kepala kecil dan pendek
    • Mata bulat dan bersinar
    • Jengger tebal, lebar dan tegak, tidak berwilah dan berwarna merah
    • Pial lebar, lembut dan merah
    • Kokoknya keras, bersih dan melengking panjang
Contoh Ayam Hutan Hijau berkualitas
  • Untuk Jamu Kuatnya dapat membuat ramuan sebagai berikut :
    • Ramuan Pertama : Bawang Putih 2 Siung ditambah nasi 1 sendok - dikolohkan seminggu sekali
    • Ramuan Kedua : Air Jahe 1 ruas ditambah madu 1 sendok - diminumkan dua minggu sekali
    • Ramuan Ketiga : 
      • Merica 100 gram - digoreng tanpa minyak dan ditumbuk
      • Kencur setengah (1/2) kg parut
      • Telur 5 butir
      • Madu 1 Sendok
      • Bahan - bahan tersebut dicampur dan dicetak berbentuk pellet sebesar jari kelingking dan dijemur. Pemberian cukup 2 setengah peleh sesuai dengan kebutuhan
   2. Indukan Betina Ayam Kampung
  • Jenis : Ayam Kampung betina (buras), tidak ada keturunan dari ayam ras
  • Umur : Dewasa (kurang lebih 8 bulan) atau pernah bertelur. tidak boleh terlalu tua atau terlalu muda, karena akan mempengaruhi kualitas telur yang dihasilkan dan tentu bisa dipastikan jika terlalu tua atau muda kualitas telur akan rendah dan sangat mempengaruhi dengan ayam bekisarnya nanti.
  • Perawakan :
    • Mata Lebar dan Bersinar
    • Paruh dan Kaki Putih bersih
    • Jengger Wilah, Lebar dan berwarna merah sehat
    • Pial halus dan sehat
    • Tubuhnya Lunak dan tidak cacat
    • Anusnya Halus, Basah dan agak putih
    • Warna bulu sesuai selera tapi sangat disarankan yang mempunyai warna mengkilat
    • Dapat berkokok keras dan panjang

Mengenal Ayam Hutan

Ayam Hutan adalah salah satu ayam yang unik, selain bentuk jengger, cakar dan bulunya yang mengkilat ayam Hutan juga dapat dijadikan sebagai Indukan Jantan bagi Ayam bekisar yang tentunya digemari bagi para pecinta Ayam Hias. Di daerah saya, Ayam Hutan sudah jarang ditemui mengingat daerah perkebunan atau hutan yang semakin jarang maka tidak heran Ayam Hutan itu sendiri memiliki harga yang cukup tinggi. Untuk Ayam Hutan yang masih liar harga dari bibit umur 2 minggu sampai 1 bulan bisa mencapai Rp. 50.000 - Rp. 100.000, sedangkan untuk yang sudah jinak dapat mencapai Rp.150.000 sampai Rp 300.000 sedangkan untuk yang sudah dewasa harga ayam hutan yang jinak bisa mencapai Jutaan rupiah, hal ini didasari karena memang menjinakan Ayam Hutan tidaklah mudah dan perlu proses yang rata - rata lama.

Berikut adalah sedikit keterangan mengenai Ayam Hutan menurut Jenis dan Penyebarannya :



Ayam Hutan terbagi menjadi 4 spesies dan tergolong ayam hutan Genus Gallus, yang bearti ayam jantan, keempat ayam jantan tersebut adalah :
  • Gallus Gallus adatu Gallus bankvia (Ayam Hutan Merah)
  • Gallus Lafayetti (Ayam Hutan Srilanka)
  • Gallus Sonneratii (Ayam Hutan Abu - Abu)
  • Gallus Varius (Ayam Hutan Hijau)
Penyebaran Ayam Hutan ini adalah sebagai berikut :
  • Ayam Hutan Merah terdapat di : India Timur
    Myanmar (Burma)
    Thailand
    Sumatera
  • Ayam Hutan Srilanka di Srilanka (Ceylon)
  • Ayam Hutan Abu - Abu terdapat di sebelah barat dan selatan India
  • Ayam Hutan Hijau terdapat di Jawa dan Madura
Berikut adalah ciri - ciri jika ayam hutan masih tergolong liar :
  • Ayam tersebut sering berbunyi "Kek-Kek-Kek" dengan keras
  • Didalam kandang selalu gelisah dan bila didekati akan kelabakan di dalam kandang
  • Jenggernya akan roboh/ tidak tegak dan warnanya pucat
  • Pial mengkerut dan pucat
  • Tembolok kosong karena tidak mau makan dan sering berak
  • Ekor ditekuk kebawah mendekati dasar kandang atau badanya membungkuk

Berikut adalah beberapa Tips Menjinakan Ayam Hutan yang didapat dari alam atau yang masih sangat liar :
  • Kandang yang disediakan untuk Ayam Hutan ditutup dengan kain, setiap hari harus dibuka perlahan - lahan sampai akhirnya kain terbuka dengan seutuhnya.
  • Kandang lebih baik diletakan di tempat halaman rumah yang sering dilewati oleh orang, tujuannya agar ayam hutan terbiasa dengan kehadiran manusia
  • Untuk wadah air minum dan makan sebaiknya jangan menggunakan warna yang sangat mencolok
  • Ayam harus dimandikan 2 minggu sekali, terutama pada saat musim kemarau dengan menggunakan semprotan
  • Jumlah Ayam Hutan yang masih liar di dalam kandang baiknya jangan lebih dari 1 ekor, karena Ayam Hutan yang masih liar mempunyai kecenderungan untuk menyerang Ayam Hutan lainnya.