Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Ayam Potong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam Potong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

Cara Membedakan Jenis Kelamin Ayam


Cara Membedakan Jenis Kelamin Ayam - Proses seleksi jenis kelamin anak ayam ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1933 oleh Prof. Masui dan Hasimoto. Tujuan melakukan seleksi jenis kelamin anak ayam ini adalah untuk menentukan perlakuan terhadap anak ayam selanjutnya. Seleksi chick se-xing juga sangat penting  bagi para penghobis ayam hias, ini karena sebagian besar ayam hias yang indah adalah ayam jantan. Sebut saja ayam kalkun,ayam Onagadori, ayam pelung dan jenis ayam hias lainnya yang banyak di pelihara adalah jenis ayam jantan. 

Membedakan jenis kelamin anak ayam umur 1 hari (DOC) memang sangat sulit. Dengan sedikit kesabaran dan ketekunan metode itu sangat mudah dan menarik untuk dilakukan. Berikut penjelasan cara membedakan jenis kelamin ayam pada umur 1 hari tersebut.

Manfaat bagi kita dengan membedakan jenis kelamin anak ayam jantan dan anak ayam betina adalah sebagai berikut.

Memberikan perlakuan khusus terhadap ayam jantan dan betina
Mengelompokkan ayam berdasar jenis kelamin
Membuat rencana merawat ayam berdasarkan jenis kelamin
Menyeleksi ayam berdasar jenis kelamin pada umur 1 hari

Untuk mengetahui jenis kelamin anak ayam terutama yang baru berumur 1 hari atau DOC lebih sulit dibanding ayam dewasa. Ada beberapa cara chick sexing tersebut:

1. VENT SE-XING
Cara mengetahui jenis kelamin anak ayam dengan metode vent se-xing
Vent se-xing adalah membedakan jenis kelamin anak ayam berdasarkan lubang alat kelamin atau cloaca. Artinya kita mesti melihat jenis kelamin dari sana. Untuk calon pejantan mempunyai tonjolan seperti jerawat atau lubang jarum berwarna kuning, putih dan bahkan ada yang hitam sedangkan untuk ayam betina tidak ada. Namun bagi ayam betina mempunyai ovarium yang merupakan sel telur yang berbentuk seperti V. Vent se-xing sangat sulit disebabkan membedakan tonjolan yang sangat kecil. Tapi bagi yang telah berpengalaman maka vent sexing sangat mudah.
Pada kenyataannya tonjolan calon pejantan terkadang tidak ada dan untuk ayam betina malah suka ada tonjolan. Untuk itu mengapa peternakan besar yang mempunyai se-xer (petugas seleksi jenis kelamin) juga tidak dapat menjamin 100% ketepatan seleksi. Dengan metode ini masih menyisakan 5% ketidak pastian jenis kelamin.

2. Feather Se-xing
Cara mengetahui jenis kelamin anak ayam menggunakan metode feather se-xing
Pada tahun 1969 ditemukan metode baru dalam membedakan jenis kelamin yaitu dengan feather se-xing. Feather sexing adalah menentukan jenis kelamin pada DOC dengan memperhatikan bagian tubuh ayam. Dalam hal ini adalah sayap pada anak ayam yaitu sayap primer dan sayap sekunder. Ayam betina lebih cepat tumbuh dari pada ayam pejantan. Sedangkan untuk calon pejantan biasanya lebih cepat besar. Dengan metode Feather se-xing ini maka penyeleksian anak ayam akan lebih murah, mudah dan akurasi seleksi akan lebih tepat.

3. Alternatif Lain
Pada alternatif lain dalam menyeleksi bagi anak ayam yang masih ragu atas jenis kelamin tersebut. Alternatif yang digunakan merupakan menunggu hingga tumbuh bulu secara penuh. Biasaya ayam yang berwarna mencolok akan menjadi pejantan. Itu sebabnya pejantan mempunyai warna yang beragam dari betina untuk menarik pasangannya.

Dalam memelihara ayam hias juga sama, apalagi bagi anda yang juga sedang membiakan ayam hias yang anda miliki. Baik itu ayam kampung, ayam kalkun, ayam kate, dan jenis ayam lainnya. Kemampuan membedakan jenis kelamin anak ayam dapat membuat anda mudah dalam menentukan harga jual, sebab anak ayam hias yang banyak dicari  adalah anak ayam pejantan.

Minggu, 21 April 2013

Mengenal jenis-jenis Ayam Potong

Mengenal jenis-jenis Ayam Potong . Jenis Ayam Potong saat ini ada bermacam-macam. Ayam potong adalah ayam yang dipelihara untuk diambil dagingnya. Peternakan ayam di Indonesia telah tumbuh cepat, setelah ditemukannya varietas ayam hibrida potong atau yang dikenal lebih lanjut dengan sebutan ayam broiler. Seiring perkembangannya, ayam broiler inipun memiliki beberapa jenis yang masing-masing memiliki keunggulan tertentu. Tentunya jika ingin berhasil dalam budidaya ayam, ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa saja jenis dari ayam potong tersebut.

1. Ayam buras ( disebut juga ayam bukan ras )
Secara genetik, bila dibandingakan dengan ayam lainnya ayam buras memiliki fase pertumbuhan yang lebih lambat. Untuk mencapai berat tubuh penjualan ideal 1 kg- 1,5kg saja butuh waktu sekitar 6-8 bulan. Meski punya kekurangan waktu pemeliharaan yang lama, namun daging ayam buras lebih unggul dibandingkan jenis ayam lainnya. Kualitas karkas daging ayam buras sangat baik, karena mempunyai jaringan ikat yang rapat dan kuat.

2. Ayam ras afkir
yang disebut dengan ayam ras afkir adalah ayam-ayam petelur yang telah habis masa produksinya. Jadi unggas tersebut tidak lagi menghasilkan telur. Pada ayam potong jenis ini memiiki berat rata-rata 2-2,5 kg dengan usia antara 18-20 bulan. Daging ayam ras afkir memilki kualitas yang kurang baik, hal ini disebabkan kandunganlemaknya yang cukup tinggi, meskipun kepadatan jaringan ikat daging masuk dalam kategori baik.

3.Ayam jabro
dinamakan ayam jabro asal usulnya adalah persilangan dari ayam jenis broiler yang disilangkan dengan ayam ras petelur. Golongan ayam potong jenis ini memiliki berat badan antara 0,5- 1 kg dengan usia antara 2-4 bulan. Bila berbicara masalah kualitas daging, ayam potong jenis jabro memiliki kuallitas yang lebih baik bila dibandingkan dengan ayam broiler. Secara genetik, ayam jabro mempunyai tingkat perkembangan lebih cepat dari ayam buras, tetapi lebih lambat daripada ayam broiler.


4.Ayam pejantan ras
ayam potong jenis ayam pejantan ras adalah ayam yang berasal dari golongan ayam petelur dengan jenis kelamin jantan. Ayam tersebut sengaja dipelihara untuk dijadikan ayam pedaging. Kualitas daging ayam setara dengan ayam jabro. Ayam pejantan ras memiliki tingkat perkembangan yang lebih lambat dari ayam broiler.

5. Ayam broiler
Jenis ayam potong yang paling banyak dikonsumsi. Bila anda sering mendengar ayam potong, dengan warna putih ya itulah ayam broiler. Bulunya tebal dengan tingkat perkembangan yang jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan ayam buras. Ayam broiler memiliki jaringan ikat yang lunak, pada umumnya dipelihara untuk kemudian dipotong dalam rentang waktu antara 5-7 minggu. Pada waktu tersebut ayam telah mencapai berat sekitar 1,3 sampai dengan 1,8 kg.